Selasa, 06 Mei 2008

Kampungku yang Sumyi


Kampungku yang Sunyi


Kampungku di sebuah kota kecil yang sunyi,jauh terpencil di utara.Ya,kotaku kecil dan sunyi kawan.Kota di mana aku dilahirkan.Dan kian kubayangkan kesunyian ini,bila kuterima surat kawanku dari kampung,bahwa bila dia duduk-duduk di hek jembatan dari jam tujuh pagi hingga jam sebelas,orang-orang yang lalu di situ dapat dihitungnya dengan jari tangannya.
Dan,ah,surat begitu membuat aku terkenang kampungku.kampungku yang sekian lama sudah ku tinggalkan.ketika aku masih kecil .masih kanak-kanak.bila hari menjelang sore dan malam-malam baik,kami selalu duduk-duduk dan bermain di jembatan kampungku.Gertak menurut istilah disana.O,ya,kawan,sepanjang kampung membujur sebuah jembatan dari timur kebarat yang bersambung dengan sebuah kampung yang lain.Sebab selorong kecil selebar dua meter dari selatan,dari sebuah jalan yang agak lebar melingkar kota ku,membelah dua kampungku,hingga pada pertengahan jembatan yang disambut pula oleh sebuah stasiun penyebrangan.
Hm,baru sekarang saja akau menamainya stasiun,di mana orang-orang sekitar kampungku,kampung-kampung di timur dan di barat hingga kampung-kampung di selatan mendapatkan sampan tambah untuk ke sebrang ,ke pasar yang persis terletak di hadapan kampungku.Sampan-sampan pajak kapada pemerintah.jadi, sampan-sampan yang lain,yang tidak membayar pajak tak bisa singgah atau bertambat di situ.
Tahu kau sekarang bahwa kapungku dipinggir sungai.begitulah,bila malam baik dan bulan bersinar,tak jarang aku mengikuti kawan-kawan yang besar sedikit bermain-main sampan.Kami yang kecil-kecil mengayuh.Kawan-kawan itu kadang-kadang dengan gitarnya bernyayi menyusuri sungai,kampung demi kapung lalu putar lagi.Indah benar nampaknya bulan yang bermain-main diair,yang kadang-kadang di belakang berpencar-percar dibwa gelombang-gelombang kecil oleh sentuhan sesuatu tiba di air,dan kemudian bersatu lagi dan bermain-main di air yang mengalun lembut.
Tapi kami dengan hati-hati sekali mengayuh.Dan di pinggir sungai di tempat-tempat mandi dan pohon-pohon kayu yang disusun-susun lalu diberi lantai dengan baiknya atau di muka-muka l;anting,yaitu rumahy di atas air yang mengapit jembatan dengan rumah-rumah di daratan yang berderet-deret di sepanjang sungai yang membelah kotaku.Itu terdengar keriuhan suara gadis-gadis.mereka bersinar di malam hari.Dan kawan ku kian indah memetk gitar.

Senin, 05 Mei 2008

MEMORY


PANTAI ABIZ

Mengingat tentang masalalu yang telah aku alami ketika aku tinggal bersama sepupuku di desa. Banyak sekali pengalaman yang sangat indah telah aku alami, dari hari, hari-kehari. Tak ku sangka ternyata ini sudah tepat ke setahun semenjak hari yang indah itu.
Aku bersama sepupuku pada hari pertama sewaktu aku sampai di desa sudah membuat rencana ingin melakukan sesuatu yang sangat mengenang yang sebelumnya tidak teralami, Aku dan sepupuku yang bernama Ribudi Nugroho, berrencana akan main ke pantai, yang katanya di desa sangat terkenal akan keindahannya. Pantai Sendang Sikucing namanya, mungkin bagi saya pribadi cukup asing tetapi bagi masyarakat setempat sudah menjadi tempat rekreasi yang cukup ramai, dan itu sudah menjadi turun menurun.
Hari pertama ketika aku dan sepupuku Ribudi mengunjungi tempat rekreasi pantai tersebut aku terasa tertakjub-takjub akan keindahannya dan kebersihan lautnya. Aku sangat heran sekali, karena kehidupanku kesehariannya selalu di kota, jadinya hanya atap gedung tinggi saja yang ada dalam pandanganku.
Waaaaaaahhhhhhhh............ Segarnya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Udara yang begitu sejuk yang telah aku hirup di pagi hari itu!
Dan suara ombak yang begitu merdu, sehingga membuat telingaku dan hatiku berdebar-debar!!!
BYUuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrRRRRRRRRRRR....................................................
Mereka seakan-akan memanggil aku dan sepupuku Ribudi untuk bermain bersama mereka di tepi bibir pantai yang indah.
Itu menjadi satu kenangan terindah dan pengalaman pribadiku bersama dengan sepupuku. Dan tak akan pernah ku lupakannyaaaaaaaaa..................................................

Rabu, 30 April 2008

Kenangan

Tiga Tahun diSMA
pertama kali masuk SMA
itu adalah hari yang paling menegangkan
bagi saya karena saya belum mengenal satu sama lain
tapi setelah tiga tahun saya sekolah di SMA banyak kenangan yang saya lalui,yang paling berkesan adalah ketika saya duduk dikelas tiga,teman-teman yang gokil and gila setiap hari pasti ada yang terlambat masuk kelas dan sebagai hukumannya yang terlambat harus lari keliling lapangan sebanyak lima kali,setiap ada pelajaran matematika hampir semua dari siswa tidak ada yang mendengarkan mereka sibuk dengan urusan masing-masing.

Kesan-Kesan Setelah Ujian


Ujian Praktek
Sebelum kami melaksanakan UNAS kami saling ribut mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah UNAS termasuk mencari bocoran soal,selain itu kami juga membuat strategi dalam menghadapi UNAS contohnya seperti membuat jaringan dengan sekolah lain,kami berusaha bagaimanapun caranya agar kami dapat lulus UNAS,banyak dari kami yang terlihat gugup tapi ada juga yang terlihat santai seperti salah seorang teman kami yang bernama Triyanto,selain itu banyak kejadian lucu tapi ada juga kejadian yang menyedihkan,ada dua orang dari teman kami yang pingsan karena stres,mereka takut kalau mereka sampe tidak lulus,setelah UNAS selesai kami melanjutkan ujian kami yaitu ujian ciri khusus yang berlangsung dua hari dan setelah itu kami melanjutkan ujian praktek,didalam ujian praktek terutama dalam praktek olahraga kami terlihat sangat menikmatinya kami bercanda bersama-sama,kenapa kebersamaan kami mulai terasa disaat kami akan berpisah,menunggu pengumuman UNAS membuat kami takut tapi kami yakin kami akan lulus seratus persen,setiap malam kami selalu berdoa agar kami dapat merasakan kebahagiaan kelulusan.Siapapun yang membaca tulisan ini kami minta doa agar kami dapat lulus seratus persen(amin).