
Kampungku yang Sunyi
Kampungku di sebuah kota kecil yang sunyi,jauh terpencil di utara.Ya,kotaku kecil dan sunyi kawan.Kota di mana aku dilahirkan.Dan kian kubayangkan kesunyian ini,bila kuterima surat kawanku dari kampung,bahwa bila dia duduk-duduk di hek jembatan dari jam tujuh pagi hingga jam sebelas,orang-orang yang lalu di situ dapat dihitungnya dengan jari tangannya.
Dan,ah,surat begitu membuat aku terkenang kampungku.kampungku yang sekian lama sudah ku tinggalkan.ketika aku masih kecil .masih kanak-kanak.bila hari menjelang sore dan malam-malam baik,kami selalu duduk-duduk dan bermain di jembatan kampungku.Gertak menurut istilah disana.O,ya,kawan,sepanjang kampung membujur sebuah jembatan dari timur kebarat yang bersambung dengan sebuah kampung yang lain.Sebab selorong kecil selebar dua meter dari selatan,dari sebuah jalan yang agak lebar melingkar kota ku,membelah dua kampungku,hingga pada pertengahan jembatan yang disambut pula oleh sebuah stasiun penyebrangan.
Hm,baru sekarang saja akau menamainya stasiun,di mana orang-orang sekitar kampungku,kampung-kampung di timur dan di barat hingga kampung-kampung di selatan mendapatkan sampan tambah untuk ke sebrang ,ke pasar yang persis terletak di hadapan kampungku.Sampan-sampan pajak kapada pemerintah.jadi, sampan-sampan yang lain,yang tidak membayar pajak tak bisa singgah atau bertambat di situ.
Tahu kau sekarang bahwa kapungku dipinggir sungai.begitulah,bila malam baik dan bulan bersinar,tak jarang aku mengikuti kawan-kawan yang besar sedikit bermain-main sampan.Kami yang kecil-kecil mengayuh.Kawan-kawan itu kadang-kadang dengan gitarnya bernyayi menyusuri sungai,kampung demi kapung lalu putar lagi.Indah benar nampaknya bulan yang bermain-main diair,yang kadang-kadang di belakang berpencar-percar dibwa gelombang-gelombang kecil oleh sentuhan sesuatu tiba di air,dan kemudian bersatu lagi dan bermain-main di air yang mengalun lembut.
Tapi kami dengan hati-hati sekali mengayuh.Dan di pinggir sungai di tempat-tempat mandi dan pohon-pohon kayu yang disusun-susun lalu diberi lantai dengan baiknya atau di muka-muka l;anting,yaitu rumahy di atas air yang mengapit jembatan dengan rumah-rumah di daratan yang berderet-deret di sepanjang sungai yang membelah kotaku.Itu terdengar keriuhan suara gadis-gadis.mereka bersinar di malam hari.Dan kawan ku kian indah memetk gitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar